Toleransi

“Aku gak suka politik, tapi aku mau tertarik karena pengen bisa ngobrol banyak sama kamu”

“Aku males kuliah, tapi aku mau semangat karena ilmu gak ada yang sia-sia, dan berdoa bisa liat kamu sekedar dari jauh”

“Aku belum pernah sesemangat ini ikut kepanitiaan. Tapi disana ada kamu yang selalu bersemangat buat kita semua. Walau lebih berharap sih itu cuma buat aku”

Ya, terdengar berlebihan sih. Tapi munafik kalo ada orang bilang gak pernah merasakan percikan-percikan kecil dalam kehidupannya. Atau mungkin, hatinya sudah terlalu keras.

Mungkin orang lain bilang, hal seperti ini sepele. Bagiku, aku bersyukur bisa menemukan semangat dari hal-hal kecil seperti ini di tengah kepadatan hidup. Kebahagiaan itu dari sesuatu yang sederhana, bukan?

Ya, aku sadar, semakin kamu ingin mengenal seseorang, semakin banyak toleransi yang kamu berikan. Secara tidak sadar, sesibuk apapun, kamu pasti masih menyempatkan diri memberi kabar, atau menunggu balasan kabarnya. Rela berkorban. Walau terkadang sebuah cerita harus punya akhir, tapi selalu ada cerita lainnya untuk dimulai.

Aku menunggu seseorang yang rela berkorban untukku

Dec 30th, 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s