Sepotong Cerita

Setelah bersua dengan kawanku dari SMP, aku teringat satu hal yang kulakukan satu hari sebelumnya. Membaca tulisan-tulisan lamaku. Dan kemudian aku bercerita kepada mereka, bahwa betapa 4 tahun berjalan dengan sangat cepat.

Salah satu temanku berkomentar

Kok dulu dia mau sama lo ya, padahal lo bocah banget, ababil, mana ngeselin lagi

Ya, aku merasa bahwa apa yang ia bilang benar. Bahwa dengan membaca tulisanku, aku sadar betapa aku sangat bergantung kepada emosi semata. Bukan berarti aku merasa aku sudah jauuuh lebih baik, bukan. Tetapi aku merasa lebih baik. Ada perasaan dimana aku ingin menghapus tulisan itu. Aku ingin menghapus masa laluku, menghapus jejakku dengan menghapus tulisan-tulisan itu. Ya, aku malu. Tetapi aku sadar, aku hanya perlu menunggu, menunggu seseorang untuk berkata padaku

Aku mencintai segala kekuranganmu. Apalagi kelebihanmu. Aku menerima masa lalumu. Mari membangun masa depan yang lebih cerah

Aku menunggumu.

image

image

image

image

image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s