It was like this

My mom said

Dulu kalo papimu ngapel, dia baca koran, mami baca novel. Mami mikir “aku ini kasian banget ya, udah pacarku jauh, sekalinya dateng kok gini”. Tapi ternyata orang yang flat kayak papi itulah yang bakal cocok dijadiin suami. Karena ya datar gitu-gitu aja, gak ada yang aneh-aneh.

You know what, it was about sharing the silences. Bisa saling menghapal sifat, bisa saling ngerti walau dalam diam, I wish I had someone like my father. Dalam beberapa hal, memang sih pasti sosok idaman suami/istri dari anak itu biasanya sesuai role model mereka, orang tuanya. Tapi bisa juga berkebalikan 180°. Yah, dalam beberapa hal, papi udah bener-bener jadi ayah yang hebat. Bisa mendidik anak-anaknya sampai sekarang, tetep dalam jalan yang lurus buat kategori di Jakarta, ini tuh susah banget. Tapi dalam hal lain, masalah sepele kadang jadi besar. But he’s my father, he’s my hero, he was, and always, hold my hand whenever I scared, whenever I cried because I failed, but he never said to me “You are fail” but instead said “You’ve done so good. Better next time. We are a family with hard work to success, not a family with a bunch of money to buy all the things from the shop”

Waktu ngetik ini, jadi makin kangen rumah. Mau pulang.

Iklan
By safara23 Posted in Teks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s