Hari ini, aku merindukanmu. Hari ini, aku kembali melayang ke satu titik, walau tahun kelima sedang kujalani, aku masih tetap merindukanmu di sebuah titik.

Aku, yang mengenangmu, dari saat pertama bertemu. Aku, yang mengenangmu, saat bisa pulang dan mengobrol bersamamu. Aku, yang mengenangmu, saat dimana aku mengenal ubuntu. Takdirkah? Atau kesalahankah?

Dulu, aku yang makin tertarik dengan dunia komputer, kau tarik dengan sekedar “sini gue kasih CD Ubuntunya”. Dulu, aku yang masih putih-biru, melihatmu di hari pertama ber-putih-abu-abu. Dulu, aku yang masih mengagumimu, luluh karena perhatianmu bukan sekedar padaku, tetapi juga pada adikku. Saat ini, apakah dirimu tetap menjadi seseorang yang dulu untuk dirinya? 🙂

Aku bahagia. Aku bersyukur. Aku sudah melewati hari-hari dimana aku tak bisa menghubungimu. Dimana aku merasa sangat dibenci.

Akhirnya, setelah itu datang pesan darimu. Ingin bertemu, katanya. Tapi aku tak menyangka, itu hari terakhir aku melihatmu. Dan kamu pergi melanjutkan studimu. Melanjutkan kebahagiaanmu.

Kamu turning pointku. Aku tak menyangkal, tempat dimana aku berpijak saat ini memiliki pengaruh dari kehadiranmu dulu. Empat bulan dua minggu ku bersamamu, merubah hidupku di dalam lima tahun terakhir.

Kutitipkan semua rasaku kepada-Nya.

-S

Iklan
By safara23 Posted in Teks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s